Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan Pertemuan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit melalui Imunisasi Heksavalen selama tiga hari (8-10 Desember 2025) di Mataram. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Komda KIPI NTB, PPKMI NTB, serta Tim Surveilans Epidemiologi, KLB, dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Pertemuan tersebut dihadiri oleh petugas imunisasi, tenaga surveilans, dan perwakilan fasilitas kesehatan dari seluruh kabupaten/kota di NTB.
Kegiatan dibuka pada Senin, 8 Desember 2025, dengan arahan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Dalam sambutannya, Kepala Dinas menekankan bahwa pelaksanaan imunisasi Heksavalen merupakan bagian penting dari komitmen nasional dalam memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia dini.
“Imunisasi Heksavalen bukan hanya tentang memastikan vaksin tersedia. Lebih dari itu, ini adalah upaya kolektif untuk membangun sistem imunisasi yang kokoh, mulai dari perencanaan, penguatan rantai dingin, peningkatan kompetensi petugas, hingga edukasi publik yang berkesinambungan. Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi NTB untuk menyatukan langkah dan meningkatkan kualitas layanan imunisasi di seluruh wilayah,” ujar Kepala Dinas.
Pertemuan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat implementasi program imunisasi, khususnya Heksavalen, yang merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah enam penyakit menular. Adapun tujuan utama kegiatan yakni untuk menyampaikan kebijakan nasional terbaru terkait program imunisasi, meningkatkan kapasitas teknis petugas dalam pelaksanaan imunisasi Heksavalen, memperkuat tata kelola rantai dingin agar kualitas vaksin terjaga, mengoptimalkan sistem pencatatan dan pelaporan imunisasi, menyusun rencana tindak lanjut untuk memperkuat pelaksanaan imunisasi di tingkat daerah, serta memperkuat strategi komunikasi risiko agar penerimaan masyarakat terhadap imunisasi semakin meningkat.
Dinas Kesehatan Provinsi NTB berharap kegiatan ini menjadi titik awal penguatan implementasi imunisasi Heksavalen secara lebih terstruktur dan merata di seluruh kabupaten/kota. Seluruh peserta diminta untuk menindaklanjuti materi yang diterima melalui koordinasi lintas program, peningkatan kapasitas petugas di fasilitas kesehatan, serta penguatan komunikasi publik untuk meningkatkan cakupan imunisasi.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan fasilitas kesehatan, NTB menargetkan semakin tingginya cakupan imunisasi dasar lengkap serta penurunan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
