Tantangan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) berkaitan dengan persoalan kenaikan jumlah penduduk. Salah satu upaya penekanan kenaikan jumlah penduduk dilakukan dengan menerapkan program Keluarga Berencana (KB).
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. L. Hamzi Fikri, MM.,MARS., pada Pertemuan Evaluasi dan Penguatan Program Penurunan AKI dan AKB Provinsi NTB di Hotel Lombok Plaza, Jum’at (21/2).
Dr. dr. Fikri menyebutkan, NTB masih terus berupaya mencapai target nasional penurunan AKI dan AKB. Beliau juga mengharapkan Rumah Sakit sebagai UOBK tetap melaporkan AKI dan AKB di Rumah Sakit kepada Dinas Kesehatan.
“Proses Evaluasi perlu dilakukan untuk melakukan intervensi agar dapat mengurangi gap antara target pusat dengan capaian yang didapatkan. Tentunya hal ini harus dilakukan dengan membuat kebijakan strategis,” ungkap Dr. Fikri.
Pertermuan ini turut dihadiri Kepala Bidang yang mewakili masing-masing 10 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, penanggung jawab program AKI dan AKB di Kabupaten/Kota serta dari organisasi profesi selaku mitra.