Tim Dinas Kesehatan yang dipimpin Kadinkes, Dr. dr. Fikri, bersama Bappeda, BKKBN, DP3AP2KB, DPMPD Dukcapil, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Sosial melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) perihal integrasi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di NTB. FGD dilaksanakan di Ruang Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. Fikri, pada Rabu (12/3).
Melalui gerakan orang tua asuh, pencegahan stunting dapat dilakukan sejak kehamilan hingga usia 2 (dua) tahun. Menurut Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Lalu Makripuddin, intervensi pencegahan stunting dengan gerakan ini dilakukan minimal 3 (tiga) bulan untuk melihat progres perubahan status gizi. Gerakan orang tua asuh ini bekerja sama dengan BAZNAS.
Menambahkan, Ahmad Nur Aulia selaku Kepala DPMPD Dukcapil NTB, apabila merujuk pada Perpres no. 72 tahun 2021, Desa merupakan garda terdepan yang secara langsung berhadapan dengan masalah stunting.
“Perlu penguatan di kecamatan dan kabupaten karena kondisi desa berbeda-beda, ada yang siap anggarannya, ada yang tidak,” ungkapnya. Menurutnya, perlu juga penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi hingga kecamatan dalam perannya sebagai evaluator.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Bappeda NTB, M. Ismed Nurromadhoni, mengungkapkan peran setiap OPD perlu diperkuat. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh TPPS yang dikawal BAPPEDA juga diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Adapun dari hasil FGD ini diperoleh kesepakatan dan rekomendasi yakni
- Percepatan penyusunan SK TPPS dan penguatan peran dan fungsi OPD, instansi, dan mitra
- Adanya peta jalan pencegahan dan penanganan stunting di masing-masing OPD yang diintegrasikan oleh BAPPEDA dan BKKBN
- Publish data di Command Center/Stunting Center yang diakses secara online melalui portal NTB Satu Data
- Mendorong pembentukan Stunting Center di Tingkat kecamatan dalam rangka pembinaan dan evaluasi
- Peningkatan peran kabupaten/kota, kecamatan dalam kegiatan-kegiatan terkait intervensi stunting
- Implementasi “GENTING” (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)
- Kampanye perubahan perilaku percepatan pencegahan stunting melalui multi platform di semua level.