Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat berkesempatan memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram dengan mengangkat tema “Membangun Resiliensi Kesehatan Daerah: Peran Mahasiswa Kesehatan dalam Strategi Komprehensif Pencegahan dan Penanggulangan Kanker di Nusa Tenggara Barat.”
Kegiatan yang berlangsung di Aula Poltekkes Mataram ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda tenaga kesehatan mengenai tantangan dan strategi komprehensif penanggulangan kanker, yang saat ini menjadi salah satu isu kesehatan prioritas nasional dan daerah.
Dalam paparannya, Kepala Dinas Kesehatan menekankan bahwa resiliensi kesehatan daerah hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, masyarakat, dan institusi pendidikan. Mahasiswa, sebagai calon tenaga kesehatan profesional, memiliki peran strategis dalam memperkuat upaya promotif-preventif, deteksi dini, edukasi masyarakat, serta penguatan sistem rujukan kanker di NTB.
Beliau juga menjelaskan berbagai agenda prioritas Pemerintah Provinsi NTB dalam penanggulangan kanker, termasuk peningkatan akses layanan skrining, penguatan jejaring fasilitas kesehatan, perluasan edukasi faktor risiko, serta inovasi program berbasis komunitas. Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa pendekatan ilmiah, empati, dan kepemimpinan dalam setiap intervensi kesehatan masyarakat.
Kegiatan kuliah umum ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa Poltekkes Mataram untuk terus mengembangkan kompetensi dan kontribusi dalam mewujudkan masyarakat NTB yang lebih sehat, berdaya, dan memiliki ketahanan kesehatan yang kuat, khususnya dalam menghadapi tantangan masalah kesehatan di NTB.
