Welcome to Dinas Kesehatan Provinsi NTB Official Website

(0370) – 621786

Berita

Kunjungan Wamenkes RI ke NTB, Upaya Tingkatkan Layanan Kesehatan di Daerah

Kunjungan Wamenkes RI ke NTB, Upaya Tingkatkan Layanan Kesehatan di Daerah

Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan layanan kesehatan di daerah. Hal ini ditandai dengan kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), ke Kabupaten Lombok Barat pada Jum’at, 17 April 2026, yang dirangkaikan dengan peninjauan fasilitas pelayanan kesehatan serta penyerahan bantuan alat kesehatan untuk mendukung penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB).

 

Salah satu agenda kunjungan tersebut adalah peninjauan ke RSUD Patut Patuh Patju (RSUD Tripat) dan Puskesmas Labuapi, serta penyerahan alat X-ray Portable sebagai sarana diagnosis kasus TB. Dalam kegiatan ini, turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Sekretaris Dinas Kesehatan Lalu Efendi, S.Si., M.M., Kepala Bidang SDK Deasy Mariyani, S.K.M., M.Kes., Wasor TB Rizal Smith, S.K.M., M.Kes., serta Adminkes Madya Bidang SDK Hannie Diah P, S.K.M.

 

Pada kunjungan ke RSUD Tripat, Wakil Menteri Kesehatan berkesempatan meresmikan Unit Pengelola Darah (UPD) yang dibangun melalui dukungan Kementerian Kesehatan RI. Dukungan tersebut mencakup pembangunan gedung, penyediaan sarana dan prasarana, serta alat kesehatan yang memadai. Kehadiran UPD ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan darah bagi masyarakat Kabupaten Lombok Barat.

 

Dalam operasionalnya, UPD didukung oleh tenaga kesehatan yang kompeten, terdiri dari satu orang Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), lima tenaga transfusi darah, serta dua dokter spesialis patologi klinik. Selain itu, dukungan dua unit mobil ambulans turut memperkuat pelayanan, khususnya untuk kegiatan mobile dalam memenuhi kebutuhan darah di luar fasilitas UPD.

 

Selanjutnya, pada kunjungan ke Puskesmas Labuapi, Wakil Menteri Kesehatan menyerahkan sekaligus meresmikan penggunaan alat X-ray Portable untuk mendukung diagnosis kasus TB. Pemanfaatan alat ini diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus TB di masyarakat secara lebih cepat dan akurat, sehingga penanganan dan pengobatan dapat dilakukan secara tepat waktu.

 

Dalam penanganan kasus TB, Puskesmas Labuapi telah didukung oleh tenaga kesehatan terlatih, termasuk petugas TB dan petugas mikroskopis, serta sarana penunjang seperti alat NPOC dengan sensitivitas tinggi. Pemeriksaan melalui dahak maupun swab ludah/liur dilakukan secara optimal, khususnya pada periode kritis pengobatan seperti bulan kedua, kelima, dan keenam. Selain itu, fasilitas penanganan TB juga dilengkapi dengan ruang khusus yang terpisah dari penyakit menular lainnya.

 

Melalui berbagai dukungan tersebut, diharapkan upaya penemuan dan penanganan kasus TB di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kabupaten Lombok Barat, dapat semakin meningkat, sehingga mampu menekan angka penularan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.