Dinas Kesehatan Provinsi NTB bekerjasama dengan Clinton Health Access Initiative (CHAI) mitra pembangunan kemenkes RI yang menangani imunisasi menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dan Workshop Pendataan Anak Luar Sekolah di Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Prime Park Hotel, Mataram pada 18-19 Desember 2024.
Kegiatan ini diikuti oleh Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Dinkes NTB, CHAI, Yayasan Cakrawala, Dinkes kabupaten/kota se-NTB, Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, Dinas Sosial Provinsi NTB dan DP3AP2KB Provinsi NTB.
Dalam sambutannya kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS., menyampaikan pentingnya pemberian imunisasi terutama pada anak “Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan yang terbukti paling cost effective dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Imunisasi tidak hanya melindungi seseorang tetapi juga masyarakat dengan memberikan perlindungan komunitas atau yang disebut dengan herd immunity.”
Lebih lanjut dr. Fikri menyampaikan pentingnya imunisasi HPV pada anak perempuan untuk mencegah kanker mulut Rahim yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Di Indonesia kanker leher rahim menjadi kanker dengan kasus terbanyak kedua pada perempuan “Kementerian Kesehatan mengeluarkan kebijakan dalam penanggulangan kanker leher rahim salah satunya dengan mengintroduksi imunisasi HPV yang dilakukan. Imunisasi HPV diberikan kepada anak perempuan kelas 5 (dosis 1) lalu kelas 6 (dosis 2) SD/MI/sederajat melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Selain itu, imunisasi HPV juga diberikan pada anak perempuan usia 11 tahun (dosis 1) dan 12 tahun (dosis 2) di luar sekolah formal agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses pelayanan imunisasi yang berkualitas.”
Sebagai penutup dr. Fikri berharap dengan adanya pertemuan ini kerjasama lintas sektor dalam melindungi anak – anak Indonesia terutama di NTB semakin baik.