Orientasi Kursus Mahir Dasar (KMD) Bimtek Instruktur Saka Bakti Husada (SBH) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB pada Kamis (23/04) di Mataram. Orientasi KMD yang akan diselenggarakan selama tiga hari hingga Sabtu (25/4) ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan dan pengembangan SBH di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta untuk mencetak instruktur yang kompeten dalam memberikan bekal keterampilan bidang kesehatan kepada peserta didik.
Petugas kesehatan di Puskesmas maupun Dinas Kesehatan memiliki peran strategis sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui wadah SBH. Namun, banyak petugas kesehatan yang belum memiliki kualifikasi formal sebagai pembina Pramuka. Untuk memberikan legalitas dan kemampuan teknis dalam membina kader kesehatan muda, para petugas kesehatan perlu mengikuti pelatihan formal melalui KMD atau kursus.
Sebanyak 37 peserta yang merupakan petugas/pengelola Tim Kerja Promosi Kesehatan Penanggung Jawab (PJ) Program Saka Bakti Husada dari masing-masing kabupaten dan kota di NTB turut serta dalam orientasi ini. KMD ini disesuaikan untuk membekali petugas kesehatan dengan teknik kepramukaan (scouting skills) yang terintegrasi dengan edukasi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS., menyambut baik Orientasi KMD ini. Pada kegiatan pembukaan, beliau selaku Majelis Pembina SBH NTB mengungkapkan dalam sambutannya bahwa saat ini dibutuhkan sosok pembina/Instruktur bagi anggota SBH yang mahir dan memahami perilaku dan karakter masyarakat.
“Seorang Instruktur SBH memiliki peran krusial sebagai "jembatan" ilmu. Tugas mereka mentransfer pengetahuan dan keterampilan kesehatan kepada anggota Pramuka Penegak dan Pandega (setingkat SMA/MA) agar mereka mempunyai kecakapan menjadi agen perubahan di tengah keluarga dan kalangan masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.
Beliau berharap, para peserta mampu menyerap ilmu dan keterampilan, dan selanjutnya mempunyai kompetensi, dalam penguasaan fundamental gerakan Pramuka, peran instruktur dan struktur Saka Bakti Husada, menguasai materi 6 (enam) Krida SBH, yaitu Krida Bina Lingkungan Sehat, Bina Keluarga Sehat, Bina Penanggulangan Penyakit, Bina Gizi, Bina Obat, dan Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mampu membangun tim kerja yang kuat dalam implementasi SBH di daerah.
Turut hadir membina dan mendukung kegiatan ini, Kepala Bidang PKPKL Dinas Kesehatan NTB, H. Badarudin, S.Kep.,Ners.,MM., dan Sekretaris Pimpinan SBH NTB, Dudut Eko Juliawan.