Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadiri SIMPACT International Symposium dengan mengusung tema Sharing Insights, Shaping a Vision for Disaster Simulation Training and Capacity Building in Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI, KOICA, dan Yonsei University Korea di Jakarta pada Kamis (27/11).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr.dr.H.Lalu Hamzi Fikri, MM.,MARS., bersama Kepala Bapelkes Mataram Kemenkes RI, didampingi Kepala Bidang SDK, Hj. Tuti Herawati, S.SiT., MPH., sebagai bentuk komitmen NTB dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan menghadapi situasi darurat dan bencana.
Simposium ini menghadirkan pakar dari Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia yang berbagi pengalaman mengenai sistem pelatihan simulasi bencana berbasis teknologi, termasuk penggunaan VR, tabletop exercise, dan latihan lapangan.
Beberapa pembicara internasional memaparkan praktik terbaik seperti Disaster Medical Assistance Team (DMAT) Japan, Korea Disaster Life Support (KDLS), serta standar akreditasi pelatihan dari Korea.
Provinsi NTB menjadi perhatian khusus karena ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Mataram Disaster Response Simulation Center, pusat pelatihan nasional untuk simulasi tanggap bencana kesehatan yang akan dikembangkan melalui kerja sama Kemenkes–KOICA hingga tahun 2028.
Kepala Dinas Kesehatan NTB menyampaikan bahwa NTB siap menjadi provinsi percontohan dalam pengembangan pelatihan simulasi bencana kesehatan, serta berkomitmen menyiapkan tenaga kesehatan yang terampil, siap, dan profesional dalam menghadapi kedaruratan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi NTB untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan kesehatan daerah melalui pelatihan terstandar dan kolaborasi internasional. Langkah ini selaras dengan visi “NTB Mendunia”, yang mendorong peningkatan kualitas SDM kesehatan agar mampu bersaing dan diakui secara global.
