Penguatan program penanggulangan masalah kesehatan mata di NTB dilakukan melalui kegiatan Sarasehan Kolaborasi Lintas Sektor yang diselenggarakan Dinas Kesehatan NTB bersama The Fred Hollows Foundation (FHF), melalui proyek Comprehensive Community Eye Care (CCEC) pada Kamis (12/06) di Hotel Golden Palace, Mataram.
“Kita saat ini diarahkan lebih ke pencegahan, yakni promotif dan preventif dalam penanggulangan masalah kesehatan, termasuk penanggulangan kebutaan,” ungkap PLH Kepala Bidang P2P Dinkes NTB, Nina Yulaida.
Beliau mengajak untuk bekerja sama dalam membangun kesehatan di NTB, mengingat begitu banyak hal menjadi “PR” untuk diselesaikan bersama. “Kegiatan ini sebagai dukungan bagi program pemerintah dalam penanggulangan masalah kesehatan mata, karena kesehatan mata saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia” lanjutnya.
Ketua Panitia Kegiatan yang sekaligus sebagai Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinkes NTB, Andang Sari, S.Si., Apt.,M.Farm-Klin., mengungkapkan, untuk menyikapi kondisi gangguan penglihatan di NTB, Dinas Kesehatan dan FHF telah bekerja sama melalui program CCEC Project yang mengutamakan langkah promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative.
“Melalui kegiatan ini diharapkan selanjutnya jika ada operasi katarak sebagai Langkah penanggulangan masalah gangguan mata dapat terlapor dan tercatat dengan baik,” jelasnya.
Kegiatan ini mengundang lintas sektor seperti Anggota Komisi VI DPRD Prov NTB, Kepala Dinas seluruh Kabupaten/Kota di NTB, Biro Kesra Setda NTB, Bappeda NTB, Dinas Pendidikan NTB, Dinas Sosial NTB, Dirut RS Mata, Kanwil Kemenag NTB, Bapelkes Mataram, Universitas Mataram, beberapa Yayasan, Pimpinan Bank dan Hotel di NTB, organisasi profesi seperti PERDAMI, GAPOPIN dan IROPIN, PT Amman Mineral, Optik Melawai, Direktur Klinik Mata Lombok, Direktur Dompet Duafa, Direktur Laz Dasi, Direktur BMH, Titian Foundation Lombok dan Tim Testimoni.
Beberapa narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini antara lain Andang Sari, S.Si., Apt.,M.Farm-Klin., yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan NTB, Anna Yulia selaku Project Manager FHF Indonesia, dr. Indra Kurnia Sari selaku Katimker Gangguan Kesehatan Indera dan Fungsional Kemenkes RI, M. Ismed Nurromadhoni, S.St., sebagai perwakilan Bappeda NTB dan dr. I Gede Suparta Sp.M., yang mewakili Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) NTB.






