Dinas Kesehatan Provinsi NTB (Dinkes NTB) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap upaya Kabupaten Sumbawa Barat dalam penanganan kasus DBD setelah Kabupaten tersebut menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Monev ini diselenggarakan pada Selasa (10/12) oleh Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tidak Langsung Dinkes NTB yang diketuai L. Simbawara, M. Si.
Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan KSB yang diwakili Dedy Iswahyudi, S.K.M., dan petugas Puskesmas Pototano, Evaliana Dwirahma Sukawati, A.Md.Kep, Ika Nurkomala, AMKL dan Suyatmi, S.KM., tim melakukan monev dan bimbingan teknis ke wilayah kerja Puskesmas Pototano, salah satu wilayah yang memiliki kasus DBD. Kegiatan dilakukan dengan mengunjungi SDN Senayan, kemudian menemui orang tua penderita DBD untuk memberikan informasi dan edukasi terkait DBD serta pengendaliannya. Tim melanjutkan kegiatan dengan melakukan survei vektor di sekitar sekolah dan rumah-rumah warga.
Berdasarkan hasil penelusuran tim, diketahui bahwa tidak ditemukan jentik nyamuk di sekolah karena tempat penampungan air tetap dibersihkan. Namun pada saat survei vektor di rumah warga, ditemukan jentik nyamuk aedes yang salah satu penyebabnya adalah tidak digunakannya larvasida yang telah diberikan oleh puskesmas setempat sebagai pencegahan DBD.
Kepala sekolah SDN Senayan, Aminollah, S.Pd., berkomitmen untuk melakukan kegiatan pengendalian vektor di lingkungan sekolah serta pemukiman penduduk sekitar dengan mengajak siswa-siswi ikut bergerak dalam pencegahan dan pengendalian DBD.
Setelah melakukan kunjungan ke sekolah dan rumah warga, kegiatan penguatan koordinasi dan kerja sama pengendalian vektor dilanjutkan ke BKK Pelabuhan Poto Tano. Pada kunjungan tersebut dihasilkan kesepakatan untuk bersama-sama melakukan pengendalian vektor di wilayah Kecamatan Poto Tano dan pelabuhan.