Dinas Kesehatan Provinsi menerima kunjungan Dinas Kesehatan Jawa Barat dalam rangka studi komparatif sekaligus kaji banding pengelolaan sumber daya kesehatan serta intervensi spesifik dalam Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kunjungan ini sebagai upaya mendorong percepatan penurunan stunting di Provinsi Jawa Barat hingga 14% di tahun 2024.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS., mengungkapkan salah satu cara mengintervensi sasaran percepatan penurunan stunting di NTB adalah melalui entry data di E-PPGBM by name by address yang saat ini di atas 98%. Hal ini tidak lepas dari komitmen dan kerja sama petugas di tiap Kabupaten/Kota dalam melakukan entry data.
Selain itu NTB juga melakukan intervensi stunting melalui gerakan gotong royong bersama semua lini, baik pemerintah, petugas, kader, hingga masyarakat, dengan pemberian telur kepada sasaran yang terus diawasi pelaksanaannya, serta intervensi spesifik dan sensitif serentak termasuk dengan mengupayakan pelaksanaan 5 pilar STBM di seluruh Kabupaten/Kota.
Penurunan angka stunting Provinsi NTB sebesar 8,1% berdasarkan hasil SKI tahun 2023 menjadi alasan dilaksanakannya studi komparatif oleh Dikes Jabar. Adapun Provinsi Jawa Barat berdasarkan hasil SKI tahun 2023 mengalami kenaikan angka stunting sebesar 1,5%.
Harapannya, melalui kunjungan ini Dikes NTB dan Dikes Jabar dapat berbagi pengalaman dalam
pelaksanaan pengelolaan sumber daya kesehatan serta intervensi spesifik dan sensitif bidang kesehatan dalam upaya percepatan penurunan stunting, serta mereplikasi berbagai praktik baik di NTB untuk Jawa Barat.