Melanjutkan ikhtiar penanganan kebutaan, Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama The Fred Hollows Foundation (FHF) menyelenggarakan Pertemuan Kordinasi Lintas Sektor, Tokoh Masyarkat dan Tokoh Agama dalam Rangka Promosi Layanan Kesehatan Mata dan Penanggulangan Gangguan Penglihatan Bagi Masyarkat di Kabupaten Kota se-NTB di Aula RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada Senin (13/01).
"Tujuan dari kegiatan ini untuk sosialisasi tentang angka kebutaan di NTB yang cukup tinggi yakni di angka 4%, nomor dua di Indonesia setelah Jawa Timur," ungkap Kabid P2P Dinkes NTB, Badarudin.
"Inti dari kegiatan ini untuk berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota serta lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan kebutaan di NTB," lanjutnya.
Kepala Dinas Kesehatan KLU, H. Suhardi, SKM., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. "Banyak orang yang menyepelekan gangguan penglihatan karena orang berpikir gangguan penglihatan tidak menyebabkan kematian, padahal gangguan penglihatan harus diwaspadai karena dapat menyebabkan menurunnya kemandirian yang akan berdampak pada menurunnya produktifitas," jelasnya.
Suhardi melanjutkan, dengan hadirnya Kepala Puskesmas dan Kepala Desa di KLU diharapkan dapat melakukan skrining Kesehatan mata dan aktif melakukan promosi kesehatan termasukan Kesehatan mata. Beliau juga mengharapkan adanya pelatihan kader untuk Kesehatan mata agar KLU bisa menjadi Desa Sehat Mata dan bebas gangguan mata.
Turut hadir, perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) NTB, Perwakilan FHF NTB, Kepala Desa, Camat, Kepala Puskesmas, Perwakilan Tokoh Masyarkat dan Tokoh Agama.