Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pemerataan layanan kesehatan, khususnya di wilayah Pulau Sumbawa. Hal ini ditunjukkan dalam kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, didampingi Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri beserta jajaran, di Kota Bima pada Jum'at (27/02).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTB tahun 2026, jumlah penduduk NTB mencapai kurang lebih 5,7 juta jiwa yang tersebar di 10 kabupaten/kota, dengan dukungan 46 rumah sakit dan 177 puskesmas.
Saat ini NTB masih menghadapi tantangan besar berupa ketimpangan distribusi tenaga kesehatan dan keterbatasan rumah sakit rujukan di wilayah timur. Distribusi tenaga medis masih terkonsentrasi di Pulau Lombok. Dari total dokter spesialis di NTB, sebanyak 86 persen berada di Lombok, sementara Pulau Sumbawa 14 persen. Kondisi ini berdampak pada tingginya rujukan pasien dari wilayah Bima, Dompu, dan Sumbawa ke RSUP Mataram, terutama untuk layanan jantung, kanker, stroke, hemodialisis, dan pemeriksaan penunjang lanjutan.
RSUD Kota Bima yang disiapkan menjadi pusat rujukan wilayah timur NTB saat ini berstatus rumah sakit kelas D (menuju kelas C) dengan akreditasi paripurna. Analisis kebutuhan menunjukkan RSUD Kota Bima memerlukan tambahan 70–100 tempat tidur untuk memenuhi standar pelayanan minimal. RSUD Kota Bima didukung 18 dokter umum, 1 dokter gigi, dan 15 dokter spesialis yang mencakup spesialis penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, anak, bedah, radiologi, anestesiologi, patologi klinik, saraf, serta jantung dan pembuluh darah.
Penguatan Infrastruktur dan Alat Kesehatan RSUD Kota Bima akan dilakukan melalui program PHTC dan dukungan dana SIHREN Kementerian Kesehatan RI. RSUD Kota Bima akan diperkuat dengan pembangunan sayap rawat inap baru sesuai standar Permenkes No. 44 Tahun 2018. Sejumlah alat kesehatan unggulan juga diperkuat, antara lain cathlab untuk intervensi jantung, CT Scan, mamografi untuk deteksi dini kanker payudara, cytotoxic safety cabinet untuk kemoterapi yang aman, layanan hemodialisis, laboratorium patologi anatomi, serta ruang ICVCU (Intensive Cardiovascular Care Unit).
Dengan penguatan ini, layanan yang sebelumnya harus dirujuk ke RSUP Mataram diharapkan dapat ditangani langsung di Kota Bima, sehingga masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Pulau Lombok.
Pemerintah daerah juga memastikan kesiapan lahan, tenaga kesehatan, dan operasional layanan. Pemerintah Provinsi NTB berharap, dengan penguatan RSUD Kota Bima, wilayah timur NTB dapat memiliki pusat rujukan mandiri yang kuat dan berkualitas.