Kebijakan nasional, provinsi dan kabupaten kota diharapkan dapat diintegrasikan dalam dokumen perencanaan daerah untuk implementasi program dan kegiatan pembangunan daerah.
"Sesuai dengan arahan dari gubernur pada rapat pimpinan yang dilakukan hari Senin kemarin, agar menentukan perencanaan ini agar mencapai target-target yang ditetapkan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. Fikri, dalam sambutannya pada kegiatan Forum Perangkat Daerah dan FGD Kegiatan Starategis Bidang Kesehatan Tahun 2025. Kegiatan diselenggarakan di Aula Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma (RSJMS) Mataram, Selasa (25/2).
Forum ini menghadirkan perwakilan dari BAPPEDA Provinsi NTB, Kepala Bidang Pemerintahan & Pembangunan Manusia, Huailid, S.Sos., M.Si. dan M. Ismed Nurromadhoni. Pembahasan forum dalam forum sesuai denga visi dan misi Gubernur NTB dengan Fokus utama pada pengentasan kemiskinan. Terdapat 106 kebijakan strategis Gubernur terpilih, dengan 7 kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, yakni 5 kegiatan utama dan 2 pendukung.
Adapun kegiatan tersebut adalah:
- Meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan daerah terpencil melalui kolaborasi, sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten Kota.
- Meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan melalui pelatihan, kursus dan strata pendidikan lanjutan
- Pemberian insentif yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga honor kesehatan dan guru non sertifikasi (guru honor, guru sekolah swasta dan pondok pesantren)
- Meningkatkan kualitas pelayanan RSU Provinsi melalui penambahan tenaga kesehatan (Dokter, Dokter Spesialis, Dokter Sub-Spesialis dan Tenaga Kesehatan lain), alat kesehatan, peralatan medis, dan pembangunan RS rujukan utama (mega hospital)
- Penguatan integrasi pelayanan kesehatan digital melalui penerapan telemedicine yang mengintegrasikan pelayanan di berbagai tingkatan rumah sakit dengan puskesmas
- Penguatan Posyandu dan kadernya dengan menambah fasilitas dan kesejahteraan kader
- Kolaborasi dengan Kab/Kota dalam peningkatan asupan gizi bagi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi dan anak-anak untuk pengurangan stunting.