Rakor tim percepatan penurunan stunting provinsi dan tim percepatan penurunan stunting kabupaten kota dilaksanakan oleh Bappeda provinsi NTB di hotel Astoria Selasa (5/11).
Kepala Dinas Kesehatan provinsi NTB Dr.dr.H.L.Hamzi Fikri, MM, MARS hadir mendampingi PJ Gubernur Provinsi NTB Hasanuddin. Kegiatan ini merupakan agenda dari Pemprov NTB untuk menurunkan angka stunting yang ada di kabupaten/kota di Provinsi NTB.
PJ Gubernur saat memberikan sambutan menyebut Prevalensi stunting di NTB mengalami penurunan sebesar 8,88% dari 33,49% menjadi 24,6% pada tahun 2023. Menurut data di EPPGBM Selama tahun 2024 prevalensi stunting NTB mengalami penurunan. Pada bulan Januari sebesar 14,6 % menurun menjadi 12,15%.
Lebih lanjut PJ Gubernur, Hassanuddin menekankan perlunya perhatian lebih terhadap tingginya angka pernikahan dini.
"Di NTB angka pernikahan dini sebesar 17,32%. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka nasional 6,92%. Hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih karena pernikahan dini beronktribusi pada peningkatan angka stunting. Selain itu pendampingan keluarga beresiko stunting yang telah dilakukan BKKBN tetap dibutuhkan." ucap beliau
Sebagai penutup sambutannya, PJ Gubernur berharap adanya inovasi baru dalam penurunan angka stunting.
"kalau ada inovasi baru untuk menurunkan stunting, mohon langsung dikembangkan. Karena hal baik terlebih inovasi harus selalu ditingkatkan".
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Se-pulau Lombok, Kepala Dinas Kesehatan se-Pulau Sumbawa, Kepala BAPPEDA se-Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Ketua TPPS se-Pulau Lombok dan Sumbawa, ketua TPPS provinsi NTB serta PJ Walikota Mataram