Dalam rangka percepatan penurunan stunting di Indonesia melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif, Kementerian Kesehatan RI melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengawal pelaksanaan intervensi spesifik di provinsi priositas, salah satunya Nusa Tenggara Barat. Kegiatan Pendampingan Provinsi Prioritas Stunting di Provinsi NTB dilaksanakan di Raja Hotel, Mandalika, Lombok Tengah pada 5-7 November 2024.
Pada sambutannya, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Edi Ramlan, SKM., MPH., menyampaikan terkait capaian intervensi spesifik dan sensitif Triwulan III di Provinsi NTB. Selain itu, Sekretaris Dinkes juga mengapresiasi Kegiatan Bhakti Stunting dan Posyandu Keluarga yang berkontribusi secara signifikan dalam menurunkan angka stunting di NTB.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Direktur Gizi dan KIA, dr. Lovely Daisy secara daring. Beliau menyampaikan, dari hasil SKI, Provinsi NTB merupakan Provinsi dengan penurunan prevalensi stunting terbesar di Indonesia, yaitu sebesar 8,1%.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kemenkes RI, Poltekkes Mataram, Bidang Kesmas Dinkes Provinsi NTB, Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Kab/Kota se-NTB, serta Dinas Pendidikan Kab/Kota se-NTB.