Poltekkes Kemenkes Mataram bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan UNICEF Perwakilan NTT NTB menyelenggarakan workshop penyusunan buku ajar bagi mahasiswa yang bertema “Vaksin Baru dan Peran Gender dalam Imunisasi”, di Mataram pada Jumat (27/3).
Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar yang komprehensif sebagai referensi pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami perkembangan vaksin terbaru serta pentingnya perspektif gender dalam program imunisasi. Workshop ini juga dihadiri oleh kalangan akademisi serta perwakilan organisasi profesi yang turut memberikan masukan dalam penyusunan materi.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM. MARS., menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh imunisasi sesuai ketentuan guna mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Dalam paparannya, dr. Fikri menyampaikan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak dapat dicapai tanpa dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, baik lintas program maupun lintas sektor, termasuk pemerintah pusat dan daerah.
“Diperlukan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk menanggulangi kejadian luar biasa (KLB) serta menutup kesenjangan imunitas di masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Fikri menekankan pentingnya sinergi dalam upaya mencapai target eradikasi dan eliminasi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sebagai bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui workshop ini, diharapkan tidak hanya menghasilkan buku ajar yang berkualitas dan responsif gender, tetapi juga memperkuat peran mahasiswa sebagai generasi muda dalam mendukung keberhasilan program imunisasi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat.