Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTB kembali mengukuhkan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting dengan menggelar kegiatan Bakti Stunting di Desa Berdaya dalam rangka HUT NTB ke-67 yang berlangsung di Puskesmas Kotaraja, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (11/12).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah salah satunya kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr.dr.H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS., serta masyarakat setempat. Dalam suasana penuh semangat, Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) NTB yang juga Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan bahwa isu stunting bukan hanya tanggung jawab ibu atau tenaga kesehatan, tetapi harus melibatkan seluruh anggota keluarga, terutama peran ayah dalam pengasuhan. Beliau menyampaikan bahwa ayah memiliki kontribusi besar dalam memastikan tumbuh kembang optimal anak, mulai dari pemenuhan kebutuhan nutrisi, dukungan emosional, hingga keterlibatan langsung dalam aktivitas sehari-hari.
“Ayah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pengasuhan. Dukungan ayah dalam memastikan anak mendapat makanan bergizi, menemani bermain, dan memberi perhatian langsung adalah bagian penting dalam mencegah stunting,” ujarnya.
Kegiatan Bakti Stunting di Desa Berdaya sendiri meliputi edukasi gizi, pemberian antropometri kit, bantuan kepada keluarga yang memiliki balita stunting dan bantuan kepada lansia serta penyandang disabilitas. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan generasi NTB yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Dengan terus menggerakkan berbagai program intervensi stunting di tingkat desa, Pemerintah Provinsi NTB berharap angka stunting terus menurun secara signifikan dan kualitas hidup anak-anak NTB semakin meningkat dari tahun ke tahun.
