Dinas Kesehatan Provinsi NTB bekerja sama dengan Kemenkes RI dan Global Fund menyelenggarakan Pertemuan Workshop Manajemen dan Analisis Data SKDR bagi Provinsi, Kabupaten/Kota dan UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat, Selasa (4/3) di Hotel Aruna, Senggigi, Lombok Barat.
Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri., MM, MARS., selaku Kepala Dinas dalam sambutannya menyebut NTB saat ini telah memiliki Command Center untuk mempermudah pengelolaan data dan penentuan kebijakan. “Seperti pergelaran MotoGP saat Covid-19 lalu, kita mendapatkan laporan setiap minggu. Hal ini merupakan langkah yang bagus terutama untuk pelaporan di NTB di mana Data setelah di analisis dapat digunakan untuk mengambil kebijakan,” ungkapnya.
Dr. dr. Fikri mengharapkan pelaporan di NTB dapat tetap berjalan baik dan konsisten dalam hal kecepatan dan ketepatan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, Dr. Sumarjaya, SKM, MM, MFP, C.F.A., mengatakan apabila berbicara tentang surveilans maka penting untuk memanfaatkan data SKDR dalam kewaspadaan dini oleh unit program penyakit berpotensi KLB, perlunya peningkatan kualitas manajemen dan analisis data SKDR sebagai bentuk kewaspadaan dini.
Lebih lanjut, Dr. Sumarjaya menyebut proses manajemen dan analisis data harus dilakukan dengan cermat sehingga hasilnya mampu membantu petugas kesehatan merancang srategi pencegahan, pemantauan keberhasilan program dan membantu dalam pengambilan keputusan. Terakhir, beliau meminta seluruh peserta harus berpartisipasi aktif dalam workshop agar hasilnya dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas di instansi masing-masing.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Tim Kerja Bidang Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, Kepala Balai Karantina Kesehatan Kelas 1 Mataram, Petugas Surveilans dan Petugas Program Potensial KLB/Wabah Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali dan NTB, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi NTB berserta Ketua Tim Kerja.