Komitmen Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kesehatan dalam penanggulangan masalah kesehatan mata terus diperkuat. Komitmen ini dibuktikan melalui kerja sama dengan The Fred Hollows Foundation yang didukung penuh Kementerian Kesehatan RI. Salah satu kerja sama ini dilakukan dalam kegiatan “Serah Terima & Penandatanganan Peralatan & Perlengkapan 14 Vision Center Provinsi NTB CCEC FHF.”
Sebanyak 14 Vision Center di NTB menerima bantuan peralatan dan perlengkapan yang merupakan proyek CCEC dari FHF. Bantuan yang diterima pada Rabu (11/6) di Hotel Golden Palace ini disimbolkan dengan penandatanganan pengadaan peralatan dan perlengkapan oleh perwakilan FHF, Anna Yulia, selaku Project Manager Indonesia, bersama dr. Indra Kurnia Sari selaku Katimker Gangguan Kesehatan Indera dan Fungsional Kemenkes RI. Penandatanganan juga dilakukan oleh PLH Kepala Dinas Kesehatan NTB, Tuti Herwati, S.SiT, MPH, juga bersama dr. Indra Kurnia Sari.
14 Vision Center tersebut terdiri dari Sembilan (9) Vision Center yang sudah ada sebelumnya di Puskesmas Bagu, Puskemas Ganti, Puskemas Aik Darek, Puskemas Sekotong, Puskemas Gunung Sari, Puskemas Terara, Puskemas Aikmel, Puskemas Jereweh, dan Puskemas Taliwang. Serta lima (5) Vision Center baru di Puskesmas Kayangan, Puskemas Plampang, Puskemas Dompu Barat, Puskemas Belo dan Puskemas Mpunda.
Menurut PLH Kepala Dinas Kesehatan NTB, Tuti Herwati, S.SiT, MPH, NTB saat ini menempati peringkat kedua di Indonesia dalam hal tingkat kebutaan akibat katarak. Bantuan peralatan dan perlengkapan ini diharapkan dapat berdampak besar bagi pengurangan angka kebutaan di NTB. “Dengan adanya fasilitas yang semakin memadai diharapkan bisa mengurangi tingkat gangguan penglihatan di NTB. Maka dari itu peran vision center di sini sangat vital,” ungkapnya. “Semoga dengan adanya tambahan peralatan vision center, kita dapat memberi pelayanan lebih optimal dan menjangkau masyarakat lebih luas,” lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Kegiatan yang sekaligus sebagai Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinkes NTB, Andang Sari, S.Si., Apt.,M.Farm-Klin., menyatakan adanya serah terima ini diharapkan dapat mejadikan kegiatan penanggulangan gangguan penglihatan di NTB terus berlanjut dan berjalan maksimal. “Kita sebagai penerima manfaat akan menggunakan ini sebaik mungkin sehingga kesehatan mata menjadi program yang luar biasa dan dapat berjalan optimal,” harapnya.
Kegiatan ini dirangkaikan juga dengan penyampaian materi oleh dr. Indra Kurnia Sari dari Kemenkes RI serta praktik dan penjelasan cara penggunaan peralatan Vision Center oleh dr. Siti Farida, Sp.M., selaku perwakilan dari Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami NTB).
Kegiatan ditutup oleh PLH Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan NTB, Nina Yulaida, SKM.,M.Kes. Beliau mengingatkan agar pelaksanaan pemeriksaan mata di Vision Center ini selalu menggunakan SOP. “SOP harus dibuat dan dipatuhi. Jika ada Langkah-langkah yang dilakukan oleh Vision Center, pastikan setiap langkahnya memiliki SOP,” tegasnya. Terakhir, beliau menyampaikan agar peralatan yang telah diterima jangan disia-siakan dan dapat digunakan sebaik mungkin.





