Welcome to Dinas Kesehatan Provinsi NTB Official Website

(0370) – 621786

Berita

Workshop Nasional, Kadinkes : ILP Sebagai Fondasi Penting Transformasi Sistem Kesehatan Nasional

Workshop Nasional, Kadinkes : ILP Sebagai Fondasi Penting Transformasi Sistem Kesehatan Nasional

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS, secara resmi membuka Workshop Nasional Pedoman Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Penyusunan Indikator Mutu Tiap Kluster ILP di Puskesmas yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (20/11). Acara ini dihadiri para narasumber nasional, praktisi kesehatan, dan perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, dr.Fikri menegaskan bahwa ILP merupakan fondasi penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Ia menekankan bahwa ILP bukan hanya penyempurnaan layanan lama, tetapi perubahan paradigma dalam memberikan layanan kesehatan masyarakat.

ILP bukan sekadar program. Ini adalah transformasi layanan kesehatan yang membangun pendekatan baru, lebih komprehensif, berkelanjutan, terukur, dan berorientasi pada keluarga,” ujar dr.Fikri.

Kadinkes menjelaskan bahwa ILP menuntut perubahan besar pada tata kelola layanan, penguatan manajemen data, kolaborasi lintas sektor, hingga peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Workshop ini, menurutnya, menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh pengelola program agar implementasi ILP berjalan seragam dan berkualitas.

Ia menambahkan bahwa perbedaan kapasitas daerah dan variasi SDM sering memunculkan ketidaksamaan implementasi ILP di lapangan. Karena itu, ruang diskusi dan pembelajaran melalui workshop menjadi krusial.

Implementasi ILP tidak akan optimal bila terjadi perbedaan persepsi antarpengelola program dan fasilitas kesehatan. Workshop ini menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman agar ILP dapat berjalan serempak di seluruh tingkatan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Fikri kembali menegaskan peran sentral Puskesmas dalam ILP. Transformasi layanan primer menempatkan Puskesmas sebagai ujung tombak sistem kesehatan nasional, dengan orientasi berbasis keluarga dan wilayah binaan.

ILP menuntut integrasi lintas program, peningkatan kualitas data, penyusunan indikator mutu tiap kluster, serta evaluasi rutin berbasis bukti.

Indikator mutu bukan sekadar angka. Ini fondasi untuk memastikan layanan primer berjalan sesuai standar, terlindungi, terukur hasilnya, dan menjadi dasar perbaikan layanan,” tegasnya

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan workshop ini sebagai langkah awal percepatan implementasi ILP yang berkualitas dan berdampak nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia.