Welcome to Dinas Kesehatan Provinsi NTB Official Website

(0370) – 621786

Berita

Langkah Strategis Tingkatkan Gizi Ibu Hamil, Smart MMS Diperkuat Melalui Advisory Board di NTB

Langkah Strategis Tingkatkan Gizi Ibu Hamil, Smart MMS Diperkuat Melalui Advisory Board di NTB

Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor serta meningkatkan kualitas intervensi program kesehatan ibu dan anak, telah diselenggarakan kegiatan Pertemuan Pembentukan Stakeholder Advisory Board dan Sosialisasi Program Smart MMS di Kota Mataram pada Selasa (5/5). Kegiatan ini diselenggarakan oleh SUMMIT Institute bekerja sama dengan Sight and Life Foundation serta Children’s Investment Fund Foundation (CIFF), dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, serta mitra pembangunan.

Pertemuan ini bertujuan untuk membentuk Stakeholder Advisory Board sebagai wadah koordinasi dan konsultasi strategis dalam mendukung implementasi program Smart MMS (Multiple Micronutrient Supplementation), sekaligus meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap pentingnya suplementasi zat gizi mikro bagi ibu hamil sebagai upaya pencegahan anemia dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.,MARS., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program.
“Pembentukan Stakeholder Advisory Board ini merupakan langkah strategis untuk memastikan adanya sinergi dan komitmen bersama antar pemangku kepentingan. Program Smart MMS bukan hanya intervensi kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya kita dalam meningkatkan kualitas generasi mendatang, khususnya melalui pemenuhan gizi ibu hamil,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Fikri juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap semua pihak yang terlibat dapat berperan aktif dalam implementasi program di lapangan.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi terkait konsep dan implementasi program Smart MMS, mekanisme kerja Stakeholder Advisory Board, serta diskusi interaktif untuk menjaring masukan dan komitmen dari seluruh peserta. Melalui forum ini diharapkan terbentuk kesepahaman bersama serta dukungan yang kuat dalam pelaksanaan program di tingkat daerah.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan koordinasi antar pemangku kepentingan semakin solid, serta pelaksanaan program Smart MMS di Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat berjalan optimal dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.