Mataram - (04/05) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, yang diselenggarakan bekerja sama dengan RSUP Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pencegahan, penemuan, dan penanganan kasus TBC secara komprehensif.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan penguatan kompetensi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelayanan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini, tata laksana kasus, serta pelaporan yang terintegrasi sesuai standar program nasional.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa kolaborasi dengan RSUP Nusa Tenggara Barat menjadi langkah penting dalam menghadirkan pelatihan yang berkualitas, berbasis praktik, serta sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan terkini. Tenaga kesehatan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara optimal di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan pencapaian indikator program TBC di Provinsi NTB, melalui peningkatan kualitas layanan yang berpusat pada pasien serta penguatan jejaring pelayanan kesehatan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan tenaga kesehatan semakin siap dalam menghadapi tantangan penanggulangan TBC, serta mampu berkontribusi aktif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC di Provinsi Nusa Tenggara Barat