Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS., menyatakan dalam kegiatan “Gempur Stunting” di lokus terpilih, yakni Pringgasela, Lombok Timur, pada Jum’at (15/11) adalah branding yang dilakukan dengan mengedepankan upaya bergerak bersama, intervensi bersama untuk mencegah dan menanggulangi stunting.
Gempur Stunting alias Gerakan Bersama, Masif, Pentahelix, Terukur untuk Pencegahan dan Pengendalian Stunting merupakan inisiatif kolektif dari seluruh OPD dan mitra OPD di Provinsi NTB dalam rangka Intervensi Spesifik dan Sensitif Pencegahan dan Pengendalian Stunting. Gempur Stunting merupakan pemberian protein hewani dalam bentuk telur selama 90 hari berturut-turut pada balita stunting, wasting, serta weight faltering berusia 6-24 bulan, serta ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia yang dilaksanakan di lokus terpilih di Provinsi NTB. Setelah pemberian telur, akan tetap dilakukan pendampingan oleh petugas atau Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) puskesmas untuk memastikan telur dikonsumsi oleh sasaran.
“Bagaimana jika anak-anak kita tidak mampu bersaing dengan anak lain di luar, karena permasalahan stunting tidak kita intervensi sejak awal?,” ungkap Dr. Fikri.
Menurutnya, stunting sering terjadi pada anak usia 6-24 bulan, salah satu alasannya karena pemberian makanan tambahan (PMT) tidak sesuai dengan kebutuhannya. “Stunting bisa dialami semua kalangan. Karena stunting bukan hanya berkaitan dengan apa yang dikonsumsi, namun juga pola asuh,” jelasnya.
Ketua Tim Kerja Gizi dan Pencegahan Stunting Dikes NTB, Muhammad Johansyah, mengatakan adanya kegiatan Gempur Stunting dilakukan agar stunting dan permasalahn gizi lainnya di lokus terpilih bisa turun bahkan bisa nol.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi NTB membagikan secara simbolis 50 tray telur kepada 10 Desa di Kecamatan Pringgasela. Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Kesmas, I Gusti Ayu Astiti Dewi, S.K.M., M.Kes., dan tim kerja gizi dan pencegahan stunting Dikes NTB, Camat Pringgasela, Kepala Puskesmas Pringgasela dan Pengadangan, 10 Kepala Desa di wilayah Kecamatan Pringgasela, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader kesehatan, PKK, Babhinsa, Kapolsek, dan tim Dinas Kesehatan Lombok Timur.
Berdasarkan hasil SKI tahun 2023, NTB merupakan Provinsi dengan progres penurunan stunting tertinggi di Indonesia yakni 8.1 % dibanding tahun 2022. Gempur Stunting ini sebagai upaya pemerintah Provinsi NTB untuk terus menggalakkan pencegahan dan pengendalian stunting di NTB.