Kepala Dinas Kesehatan Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM. MARS., memberikan paparan progres intervensi stunting NTB dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi NTB tahun 2024 yang dilaksanakan oleh BKKBN di Hotel Jayakarta pada Kamis (26/9).
Dalam paparanya Kadinkes menjelaskan 3 poin penting yaitu progres intervensi spesifik- sensitif di provinsi NTB TW II tahun 2024, Evaluasi stunting di tingkat desa dan ditingkat kabupaten dan pembelajaran dari hasil evaluasi stunting.
Lebih lanjut beliau menyebut wasting dan underweight jika tidak di intervensi akan menjadi bom waktu yang nantinya akan menjadi stunting. Salah satu contoh penyebab stunting yang jarang disadari oleh orangtua distraksi yang diberikan kepada anak. Sebagai contoh pada saat anak menangis kemudian diberikan handphone tanpa menanyakan alasan anak tersebut menangis. Karena asyik menonton maka anak tersebut bisa melupakan makan siangnya dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan stunting karena berkurangnya kuantotas dan kualitas nutrisi yang masuk ketubuh anak.
Kemudian tantangan dalam penurunan stunting adalah ketika dilakukan pemberian telur dimana bukan anaknya yang memakan telur, malah terlur yang diberikan oleh pemerintah dijual lagi oleh orangtua anak yang stunting.
Sampai saat ini juga tetap dilakukan intervensi spesifik yang dibantu oleh Poltekes dan pemberian PMT lokal kepada anak-anak yang beresiko stunting.
Kepala BAPPEDA Provinsi NTB mewakili PJ Gubernur dalam sambutannya menyebutkan Gerakan Gotong royong yang sudah dilakukan untuk menangani stunting sangat signifikan dalam proses penurunan angka stunting di NTB. Lebih lanjut beliau menyebut konsistensi dalam hal ini harus terus dijaga dan ditingkatkan sehingga bisa mencapai penurunan stunting hingga 14%.
Kita harus memerangi stunting dengan meningkatkan asupan gizi pada ibu dan anak, menghadirkan lingkungan yang sehat dan aman sehingga anak bisa memiliki pertumbuhan yang lebih baik. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dapat menjadi pendukung untuk menurunkan stunting. Selain itu, Koordinasi antar pemangku kebijakan harus ditingkatkan sehingga dapat terus bersinergi dengan baik.
Sebagai penutup beliau menyampaikan "Semoga sambutan Gubernur ini dapat menjadi refleksi bersama sehingga NTB dapat meningkatkan sumberdaya manusia yang ada untuk menurunkan stunting."
Selain itu pada kesempatan ini juga dilakukan launcing Population Clock yang ditandai dengan penekanan tombol oleh Kepala BKKBN, Kaban Bappeda, Forkopimda, Kadis Kesehatan